Tata Cara Mendirikan Perusahaan di Indonesia

Perusahaan merupakan tempat segala kegiatan produksi. Perusahaan dapat dikategorikan sebagai perusahaan yang terdaftar resmi di pemerintah, dan perusahaan yang tidak terdaftar di pemerintah. Perusahaan yang terdaftar resmi memiliki badan usaha untuk perusahaan tersebut. Badan usaha adalah status perusahaan yang resmi terdaftar di pemerintahan.

Ada beberapa jenis perusahaan, antara Commanditaire Vennootschap- persekutuan komanditer, Firma, perusahaan patungan asing, Perseroan Terbatas dan masih banyak lagi. Cara mendirikan perusahaan di Indonesia memiliki berbagai prosedur, tergantung pada jenis perusahaan yang ingin Anda dirikan.

Menetapkan Prosedur Perusahaan

Berikut adalah beberapa tata cara pendirian perusahaan di Indonesia berdasarkan beberapa bentuk perusahaan:

1. Commanditaire Vennootschap / CV

Commanditaire Vennootschap/CV adalah persekutuan yang didirikan oleh seorang atau beberapa orang yang menitipkan uang atau barang kepada seorang atau beberapa orang yang menjalankan perusahaan dan bertindak sebagai pemimpin persekutuan.

Syarat Pendirian CV:

  • Minimal 2 (dua) orang sebagai Pendiri Perseroan yang sekaligus sebagai pemilik Perseroan yang terdiri dari Pesero Aktif dan Pesero Pasif.
  • Akta notaris dalam bahasa Indonesia
  • Pendiri CV harus Warga Negara Indonesia
  • Kepemilikan 100% dimiliki oleh pemilik bisnis lokal berarti tidak ada partisipasi warga negara asing yang diizinkan.

2. Firma

Firma (Fa) adalah badan usaha yang didirikan oleh dua orang atau lebih yang anggotanya bertanggung jawab penuh terhadap perusahaan. Modal perusahaan berasal dari anggota pendiri serta keuntungan/keuntungan yang dibagikan kepada anggota dengan perbandingan menurut akta pendirian.

Syarat dan Ketentuan Pendirian Perusahaan meliputi:

  • Jumlah pendiri perusahaan minimal 2 (dua) orang atau lebih
  • Miliki nama yang akan digunakan perusahaan
  • Memiliki pengurus yang diangkat dan diangkat oleh para pendiri. Siapa yang akan bertindak sebagai pendiri aktif, dan siapa yang akan bertindak sebagai pendiri diam.
  • Memiliki maksud dan tujuan tertentu (walaupun tentunya dapat mencakup maksud dan tujuan yang seluas-luasnya) dan kegiatan usaha yang tidak bertentangan dengan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku di Indonesia
  • Memiliki tempat usaha sebagai kantor pusat perusahaan yang terletak di lingkungan komersial seperti Gedung Perkantoran, Ruko, Ruko atau tempat usaha lainnya yang diperuntukan sebagai tempat usaha.
Read More :   Proses Pendaftaran Perusahaan di Indonesia

3. Kerjasama

Koperasi adalah organisasi bisnis yang dimiliki dan dioperasikan untuk kepentingan bersama. Koperasi didasarkan pada prinsip gerakan ekonomi kerakyatan berdasarkan asas kekeluargaan.

Persyaratan umum untuk mendirikan koperasi:

  1. Dua salinan Akta Pendirian koperasi dari notaris.
  2. Risalah Rapat Pendirian Koperasi.
  3. Daftar hadir rapat pendirian koperasi
  4. Fotokopi identitas Pendiri (urutan disesuaikan dengan daftar hadir untuk memudahkan pada saat verifikasi).
  5. Kekuasaan pendiri (panitia terpilih) untuk mengurus legalisasi pembentukan koperasi.
  6. Bukti ketersediaan modal sekurang-kurangnya sebesar simpanan pokok dan simpanan wajib yang harus disetor oleh pendiri.
  7. Rencana kegiatan usaha koperasi minimal tiga tahun ke depan dan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Koperasi.
  8. Daftar anggota dewan dan pengawas.
  9. Daftar Fasilitas Kerja Koperasi
  10. Surat pernyataan tidak memiliki hubungan keluarga antara pengurus.
  11. Struktur Organisasi Koperasi.
  12. Surat Pernyataan status koperasi dan bukti pendukungnya
  13. Dokumen lain yang diperlukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan

Persyaratan tambahan pendirian Koperasi jika memiliki usaha Simpan Pinjam:

  1. bukti setoran modal pada awal pendirian berupa Simpanan pada Bank Pemerintah atas nama Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah
  2. Rencana Kerja paling sedikit 3 (tiga) tahun
  3. Sarana administrasi dan organisasi Unit Simpan Pinjam dikelola secara khusus dan terpisah dari rekening koperasinya
  4. Nama dan Kurikulum Pengurus dan Pengawas
  5. Surat Perjanjian Kerja antara Pengurus Koperasi dengan Koperasi Unit Koperasi
  6. Nama dan kurikulum calon manajer yang dilengkapi dengan:
  • Buktinya pernah mengikuti pelatihan/magang koperasi usaha simpan pinjam.
  • Sertifikat karakter yang baik
  • Pernyataan tidak memiliki hubungan keluarga antara darah dan fana dengan pengurus dan pengawas
  • Pernyataan manajer tentang kesediaannya untuk bekerja penuh waktu.
  • Permohonan izin menyelenggarakan usaha simpan pinjam
  • Surat Pernyataan bersedia diperiksa dan dinilai kesehatan Unit Simpan Pinjam koperasi oleh pejabat yang berwenang
  • Struktur Organisasi Bisnis Unit Simpan Pinjam.

4. Yayasan

Yayasan adalah badan hukum yang mempunyai maksud dan tujuan sosial, keagamaan, dan kemanusiaan, yang didirikan dengan memperhatikan syarat-syarat formil yang ditentukan dalam undang-undang.

Di Indonesia, yayasan diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2004 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2001 tentang Yayasan. Sidang paripurna DPR pada 7 September 2004 menyetujui undang-undang ini, dan Presiden Indonesia Megawati Soekarnoputri mengesahkannya pada 6 Oktober 2004.

Permohonan pengesahan badan hukum yayasan diajukan oleh notaris kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan dilampiri:

  • Fotokopi akta pendirian yayasan bea materai,
  • fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak atas nama yayasan yang telah dilegalisir notaris,
  • Fotokopi surat keterangan domisili yayasan yang diterbitkan oleh lurah atau kepala desa dan notaris yang dilegalisir,
  • Bukti pembayaran PNBP

5. Perseroan Terbatas

Perseroan Terbatas adalah suatu badan hukum yang menjalankan suatu usaha yang mempunyai modal yang terdiri dari saham-saham, dimana pemiliknya mempunyai bagian sebesar sahamnya. Karena modalnya terdiri dari saham-saham yang dapat diperdagangkan, maka perubahan kepemilikan perusahaan dapat dilakukan tanpa perlu membubarkan perusahaan.

Mekanisme pendirian perseroan terbatas di Indonesia antara lain:

  1. Para pendiri datang untuk meminta akta pendirian Perseroan Terbatas kepada notaris.
  2. Notaris mengirimkan akta tersebut kepada Kepala Direktorat Perdata Departemen Kehakiman.
  3. Para pendiri atau setiap orang atau kuasanya harus membawa akta pendirian yang telah disahkan oleh Departemen Kehakiman beserta surat persetujuan dari Departemen Kehakiman ke kantor Panitera Pengadilan Negeri yang berkedudukan di tempat kedudukan Perseroan Terbatas untuk didaftarkan
  4. Para pendiri membawa akta pendirian Perseroan Terbatas disertai dengan surat persetujuan dari Departemen Kehakiman, serta surat dari Panitera Pengadilan Negeri tentang pendaftaran pendirian Perseroan Terbatas kepada Negara Kantor Percetakan yang menerbitkan Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia. Setelah akta pendirian perseroan terbatas diumumkan dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia, Perseroan Terbatas yang bersangkutan telah menjadi badan hukum.

Cara mendirikan perusahaan di Indonesia mungkin terlihat rumit. Tapi jika kita tahu prosedurnya, semuanya akan lebih mudah.

Jika Anda ingin mendirikan PT Anda dapat menghubungi Jasa Buat PT yang dapat membantu Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *