Begini Tata Cara Pengiriman Jenazah Via Cargo Garuda

Begini Tata Cara Pengiriman Jenazah Via Cargo Garuda
Garuda Indonesia memberi tambahan layanan pengiriman barang via cargo yang juga diangkut bersama-sama bersama dengan pesawat penumpang. Layanan cargo ini terima berbagai pengiriman barang, menjadi berasal dari makanan, hewan, barang, sampai jenazah.
Untuk pengiriman jenazah, Garuda menerapkan ketetapan khusus, sekiranya kejelasan riwayat sakit jenazah, siapa keluarganya, dan mesti mencantumkan surat info resmi berasal dari tempat tinggal sakit atau pihak berwajib supaya memahami standing jenazah tersebut.
“Sebab, kematian dan target jenazah mesti memahami supaya mampu dipertanggung jawabkan, dikarenakan Garuda hanya fasilitator pengangkut saja dan tidak bertanggung jawab atas apa yang berlangsung terhadap jenazah,” ujar Meisye Paulina Tambunan, Manager Marketing Garuda Indonesia Palembang, Selasa (17/3/2020) Cargo Jenazah .
Biaya pengiriman jenazah, baik untuk target domestik maupun internasional bakal dibebankan sebesar 200 prosen berasal dari cost kirim normal. Biasanya jenazah tidak ditimbang atau dihitung dibulatkan jadi 200 Kg juga peti matinya.
“Biaya yang dikenakan untuk masing-masing target atau kota berbeda, dikarenakan disesuaikan bersama dengan jarak dan target jenazah diantar,” ujar Meisye.
Syarat yang mesti dipenuhi jenazah untuk diangkut cargo yakni, terkecuali jenazah tidak diformalin, maka mesti tersedia surat info berasal dari instansi kesehatan atau karantina dan kepolisian
Bolehkan jenazah tidak diformalin?, terkait suasana jenazah dan keputusan berasal dari instansi karantina dan kepolisian. Namun umumnya jenazah diformalin supaya tidak menimbulkan bau yang mampu menyebar di dalam kompartemen kargo dan masuk ke kabin penumpang.
Pengiriman jenazah mesti didampingi oleh pendamping atau escorter. Batas akhir pengiriman jenazah 90 menit sebelum jadwal keberangkatan pesawat.
Untuk mengirim jenazah utuh, tulang atau abu mesti menyertakan syarat pada lain surat info kematian, surat info jenazah yang diformalin berasal dari tempat tinggal sakit atau tempat tinggal duka, fotokopi KTP punya jenazah dan pendamping dan juga surat berasal dari badan karantina.
Prosedur pengiriman jenazah, utuh, tulang atau abu yang mesti dipatuhi yaitu hubungi Cargo Service Center (CSC) atau contact center Garuda Indonesia Cargo untuk membawa dampak reservasi dan mengumumkan kota tujuan, jadwal flight yang diinginkan, dan ukuran peti jenazah tidak cukup lebih 200 Kg.
Jenazah dibawa ke CSC terdekat di kota asal 90 menit sebelum keberangkatan atau cocok saat yang diinformasikan oleh Cargo Service Center bersama dengan mempunyai dan juga dokumen-dokumen pendukung pada lain :
Surat kematian berasal dari tempat tinggal sakit.
Surat pengantar berasal dari RT/RW dan surat berasal dari kepolisian.
Dokumen info bahwa jenazah udah diformalin.
KTP almarhum sebanyak 2 rangkap.
Dokumen pelengkap lainnya.
CSC bakal memberi tambahan AWB No byang dipergunakan untuk mengambil alih jenazah di kota tujuan.
Pengiriman jenazah didampingi oleh escorter yang turut dan juga dalam penerbangan. Apabila tidak tersedia escorter, maka mesti mengumumkan kontak berasal dari penerima jenazah di kota tujuan.
Di kota tujuan, jenazah mampu diambil di terminal cargo, bersama dengan perlihatkan beberapa syarat pengambilan layaknya AWB No dan KTP atau dokumen lain pendukung yang dipersyaratkan oleh pengelola gudang terminal Kargo di kota tujuan. (Febri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *